Apa Kabar Nalar dan Naluri

Semakin hari rasanya Porto semakin dingin saja. Tak perlu lagi menunggu pukul delapan malam untuk matahari kembali ke peraduannya. Karena matahari yang selalu dirindukanini harus pulang lebih cepat dari biasanya. Setidaknya lebih cepat ketimbang saat pertama kali jejak kaki menghias jalan setapak kota porto.

Pekat malam kota kecil ini pun rasanya tak begitu istimewa, setidaknya bagi seorang insan yang hanya mampu berlindung di balik sebuah selimut tebal. Bersandar di tembok putih dengan menatap sebuah gorden hitam putih berpola. Tatapannya pun kosong, tak ada kemeriahan, aroma kebahagiaan ataupun alunan musik. Cukup sepi, hanya ada suara deru mobil berlalu-lalang.

Saya tak benar-benar sendiri. Walau tak beraga, setidaknya ada dua insan yang berbeda (walaupun tak akan pernah sama), sebut saja Nalar dan Naluri.

Apa kabar Nalar?

Menjadi seorang sepertimu bukan perkara mudah. Kerap kali berhadapan dengan banyak orang, dengan berbagai latar belakang, tak cukup kuat untuk menjadi seorang yang bijak. Paling tidak untuk dirinya sendiri. Karena ia sadar, tatkala menjalani hidup, ialah yang menjadi penentu semua keputusan. Tentu tak semua keputusan dapat menyenangkan semua orang. Tapi cukuplah baginya menjadi bahagia. Meski dengan begitu, banyak orang menyangsikan keberadaannya seolah tak berarti. Tak apa.

Apa kabar Naluri?

Konon katanya, tidak mudah menjadi dirimu. Menjadi objek kambing hitam atas segala sesuatu, yang diyakini tidak menyenangkan orang-orang yang menganggap dirinya baik. Padahal, tidak baik bagi mereka bukan berarti tidak baik untukmu. Saya sadar, ada banyak sekali dasar pertimbangan ketika kamu memutuskan untuk menjadi merdeka. Menjadi berbeda dengan dirimu yang dulu bukanlah sebuah kesalahan, kamu sangat berani, apresiasi besar untuk itu. Tidak ada yang salah karena kamu sudah dewasa. Kamulah yang tahu bagaimana memperlakukan dirimu. Ini kebahagiaanmu, mereka bisa apa.

 

Di balik selimut di dinginnya kota porto,

Terima kasih vinho, teman hangat yang saling menghangatkan,

6 November 2017, 8.26 PM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge