Biaya Hidup Tinggal di Eropa, Studi Kasus Porto

Perbedaan mata uang, kondisi ekonomi, dan berbagai faktor lain yang gue sendiri ga tahu, jadi alasan mengapa hidup di luar negeri bagi orang Indonesia kesannya sangat mahal.  ”Wah enak ya tinggal di luar negeri,” pikir gue yang kemudian bayang-bayang tersebut seketika sirna pas tahu kalo semuanya serba mahal di Eropa.

Harga buah segar di porto, terbilang mahal sih

Tapi sebenarnya, mahal atau murah itu relatif. Kalo bagi masyarakat Indonesia, jelas banget harus kerja keras untuk bisa ke luar negeri dengan standar gaji di Indonesia. Tarif sekali makan di Zurich misalnya, bisa untuk makan selama satu minggu di Indonesia (Di warteg, hehe). Air botol kemasan aja seharga 3CHF atau 45.000IDR. Bisa dibayangin betapa tingginya biaya hidup di Eropa.

Segelas kopi di Starbucks Zurich seharga CHF 7, atau sekitar 100.000IDR

Tapi kalau kalian tinggal di salah satu negara di Eropa dan kemudian kerja di sana, otomatis standar penghasilannya juga bakal ngikut. Contohnya gue yang hidup di sini pakai beasiswa dari Erasmus Mundus (Funded by European Union), yang mana nominal beasiswanya lebih dari cukup untuk kehidupan seorang mahasiswa. Apalagi kalau kalian tinggal di sini tapi menerapkan gaya hidup ala Indonesia (masak sendiri, cuci sendiri, ga party, ga minum-minum, sedikit jalan-jalan) dijamin bisa hemat.

Di postingan ini gue mau ngasih gambaran pengeluaran gue selama jadi mahasiswa exchange di Kota Porto, Portugal. Normally, rata-rata pengeluaran per bulan gue totalnya sekitar €500-€700. Itu di luar biaya nge-trip sih, soalnya pengalaman bulan kemaren gue ke Paris, Zurich, Warsaw, Vienna, Praha, dkk gue habis banyak wkwk. Oke mari kita mulai rinciannya.

Akomodasi

Sewa Kamar: gue tinggal di sebuah shared apartment sama tiga penghuni lain. Perbulannya €185 tapi gue harus bayar bills sendiri (listrik, air, gas). Rata-rata bill-nya sekitar €30. Tapi siap-siap pas winter, bill nya membengkak karena pemakaian heater. Huhu. Contohnya bulan Februari kemaren gue bayar €30 hanya untuk listrik doang. Apalagi dengar-dengar tarif listrik di Portugal lebih mahal dibandingkan negara lainnya.

Hop on Hop off Bus di Porto, untuk keperluan turistik, tiketnya 15euro
Ini public bus di Porto, nyaman banget sih

Transportasi: Gue tiap hari commute ke kampus pake bus dan metro. Jadi gue langganan kartu bulanan gitu. Harga normalnya untuk 2 zona sekitar €30, gue lupa juga persis nya berapa. Nah tapi karena gue student dan di bawah 26 tahun, gue dapet diskon jadi cuman bayar €22,75 per bulannya. Jadi bebas mau kemana pun dan kapan pun. Harga untuk single ticket bus/metro adalah €1,95 makanya mending beli yang bulanan lebih hemat.

Makan

Tiga bulan pertama gue di porto, gue masih rajin banget tuh masak sendiri. Beli beras, ayam, sayur, telur sendiri. Tapi semakin kesini, gue makin males masak sendiri, ditambah lagi winter juga, duh malesnya menjadi-jadi. Kalo masak sendiri dijamin bisa hemat banget sih, pengeluaran €10 bisa lah buat makan 5 hari. Beras (€1), telur 6 butir (€1,5), ayam 1kg (€3), sayur (€1,5), kecap ABC botol besar (€3,5), air mineral 1,5L (€1). Apa lagi ya, gue ga terlalu hapal juga sih harga-harga di sini.

Gue seringkali makan di kantin fakultas sih (Faculdade de Ciências da Universidade do Porto). Satu komplit lunch seharga €2,65, udah termasuk minum, soup, dessert, main dish. Kenyang lah untuk ukuran perut indo.

McD terkeren yang ada di Porto soalnya bangunanya masih artistik banget

Kalau makanan level restoran, rata-rata sekali makan bisa habis €12-18. Bergantung sama jenis makanannya lah. Kalau mau murah bisa ke fast food kek McD, KFC, Burger King, atau Subway, sekitaran €6 bisa kenyang ala-ala orang Eropa.

Segelas cappucino dan sepotong cheescake total 5 Euro

College Stuff

Sebagai mahasiswa arsitektur, gue merasakan penderitaan yang berarti semester lalu. Ketika gue harus nge-print poster A0 dan juga bikin maket. Kalau di Surabaya nge-print A0 cuma bayar sekitar 50.000IDR lah paling mahal, di sini gue bayar €20 atau sekitar 350.000IDR. Gue kaget awalnya, gue kira gue kena tipu tapi ternyata harga normal nya emang segitu. Bahkan bisa lebih mahal kata temen-temen gue kalau nge-print di luar (gue nge-print di daerah kampus).

Menyoal bahan-bahan maket, di sini mahal banget guys. Kalau duplex di Surabaya harganya murah meriah, di sini gue ga menemukan barang tersebut yang biasanya dijadikan alas maket. Akhirnya gue beli semacam papan gitu, keknya sih PVC tapi berwarna. Harganya berapa? €5 hahaha. Gue juga beli cutter, lem, spons, art paper, marker, dan banyak banget layer buat bikin kontur. Ditotal harganya sekitar €35 sih. Sekarang €1 setara 16.800IDR Silahkan kalkulasikan sendiri ke rupiah haha. Intinya lebih baik bawa alat-alat dari Indonesia aja biar hemat.

Belanja Pakaian

Gue sebenernya udah berniat ga bakal beli pakaian apapun di Eropa (kecuali Coat, faktor berat dan gapunya duit buat beli di indo huhu) tapi entah kenapa gue jadi tergiur beli pakaian. Karena sesampainya di Porto, gue baru sadar kalau gue ga banyak bawa baju. Gue males banget nyuci rutin, jadi mau ga mau pakaian kotor numpuk, dan persediaan baju menipis. Akhirnya jadilah gue belanja pakaian juga.

Harga-harga pakaian di Eropa udah pasti lebih mahal daripada di Indonesia. Harga standar sebuah Kemeja misalnya berkisar €25. T-shirt sekitar €10. Celana jeans sekitar €15-20. Jaket dan sweater €15-30. Gue beli Coat pas awal-awal nyampe sini seharga €55. Itu kualitas standar lah, gak bagus-bagus amat dan gak jelek juga. Tapi kalo di branded store sekelas Zara, paling murah itu sekitar €80 haha. Jadi lagi-lagi tergantung merek, tapi rata-rata harganya sih segitu.

Semoga artikel ini bisa ngasih gambaran kehidupan di Eropa, khususnya kota Porto, Portugal. Intinya kalau kitanya bisa hemat dan kreatif, hidup di Eropa ga semahal yang dibayangkan. Bahkan uang beasiswa masih bisa ditabung. Semangat!

Comment on “Biaya Hidup Tinggal di Eropa, Studi Kasus Porto”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.