Apa Kabar Nalar dan Naluri

Semakin hari rasanya Porto semakin dingin saja. Tak perlu lagi menunggu pukul delapan malam untuk matahari kembali ke peraduannya. Karena matahari yang selalu dirindukanini harus pulang lebih cepat dari biasanya. Setidaknya lebih cepat ketimbang saat pertama kali jejak kaki menghias jalan setapak kota porto. Pekat malam kota kecil ini pun rasanya tak begitu istimewa, setidaknya bagi seorang insan yang hanya … Read more Apa Kabar Nalar dan Naluri

Read More

Jejak Kaki Pertama di Benua Biru

Goresan merah di atas selembar kertas putih itu masih terpampang jelas. Gue masih ingat betul bagaimana semangatnya gue membuat seratus mimpi itu sebagai bukti bahwa kelak mimpi-mimpi itu akan tercoret habis. Pertanda bahwa gue berhasil menyelesaikan apa yang gue ingin dan akan lakukan. Gak melulu soal mimpi besar, gue juga masih berkutat dengan mimpi-mimpi kecil nan konyol -yang dimata orang … Read more Jejak Kaki Pertama di Benua Biru

Read More

Rumitnya Berurusan dengan Birokrasi

Di awal-awal masa perkuliahan (sampe sekarang sih), gue sering dicap sebagai calon-calon budak birokrasi. Kata temen-temen, tanda-tandanya bisa terlihat jelas di pribadi gue. Selalu dekat dengan birokrasi kampus, jarang ikut demo, kut kegiatan kemahasiswaan yang orientasinya profit, atau yang paling jelas adalah target ketika lulus kuliah: Daftar CPNS. Gue juga ga menampik hal itu. Karena gue rasa, jadi seorang Pegawai … Read more Rumitnya Berurusan dengan Birokrasi

Read More

Less Than An Hour Dialogue with Him

Right after Maghrib, just a day before the eve of Eid al-Fitr I received a call. It was not directed coming to my cell phone, it was my older brother’s phone. I could not think any longer when the last time I heard an incoming call ringtone which popped up the name of this so-called beloved person. It seemed to … Read more Less Than An Hour Dialogue with Him

Read More

Berani Bermimpi Kan?

Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA dulu, aroma persaingan gak begitu nampak. Seperti tidak ada hasrat untuk pengen ini dan itu. Bahkan dalam perlombaan saja, tidak jarang Guru yang proaktif mendaftarkan muridnya. Ketika gue ngeliat temen yang punya bakat tertentu dan merekomendasikan sebuah kompetisi, jawabannya beragam namun intinya sama. “Males ikut-ikut begituan,”, “Ribet kayanya,” dan jawaban-jawaban lainnya. Gue masih … Read more Berani Bermimpi Kan?

Read More