Rumitnya Berurusan dengan Birokrasi

Di awal-awal masa perkuliahan (sampe sekarang sih), gue sering dicap sebagai calon-calon budak birokrasi. Kata temen-temen, tanda-tandanya bisa terlihat jelas di pribadi gue. Selalu dekat dengan birokrasi kampus, jarang ikut demo, kut kegiatan kemahasiswaan yang orientasinya profit, atau yang paling jelas adalah target ketika lulus kuliah: Daftar CPNS. Gue juga ga menampik hal itu. Karena gue rasa, jadi seorang Pegawai … Read more Rumitnya Berurusan dengan Birokrasi

Read More

Less Than An Hour Dialogue with Him

Right after Maghrib, just a day before the eve of Eid al-Fitr I received a call. It was not directed coming to my cell phone, it was my older brother’s phone. I could not think any longer when the last time I heard an incoming call ringtone which popped up the name of this so-called beloved person. It seemed to … Read more Less Than An Hour Dialogue with Him

Read More

Berani Bermimpi Kan?

Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA dulu, aroma persaingan gak begitu nampak. Seperti tidak ada hasrat untuk pengen ini dan itu. Bahkan dalam perlombaan saja, tidak jarang Guru yang proaktif mendaftarkan muridnya. Ketika gue ngeliat temen yang punya bakat tertentu dan merekomendasikan sebuah kompetisi, jawabannya beragam namun intinya sama. “Males ikut-ikut begituan,”, “Ribet kayanya,” dan jawaban-jawaban lainnya. Gue masih … Read more Berani Bermimpi Kan?

Read More

Invasi Generasi Kekinian dan Generasi Wacana

Remaja (atau yang udah ngerasa ga remaja lagi) kelahiran tahun 90-an sering mengaku dan membenarkan bahwasanya generasi mereka lah yang paling baik. Dimana invasi teknologi tidak secepat sekarang yang kemudian mendorong pada pembentukan perilaku-perilaku yang dianggap (lagi-lagi) tidak baik. Dengan berbagai aktivitas yang dianggap tidak wajar pula seusianya. Hmm, bener gak? Gue termasuk anak (udah tua, nyadar! L ) kelahiran … Read more Invasi Generasi Kekinian dan Generasi Wacana

Read More

Mendambakan Dibahagiakan Kebahagian Yang Membahagiakan

Bulan suci ramadhan sebentar lagi akan berakhir. Tak lebih dari seminggu lagi, tidak akan ada lagi keramaian, kegembiraan, maupun kebahagiaan yang patut tuk diharapkan. Tak lebih dari dua minggu lagi, raga yang tak seutuhnya kokoh ini pun akan segera kembali berkelana. Meninggalkan kenyamanan sementara di kampung halaman, walau apa-apa yang diharapkan tak kunjung datang. Gampangnya orang tua gue misalnya. Sejak … Read more Mendambakan Dibahagiakan Kebahagian Yang Membahagiakan

Read More