Ilmu Pertanian Dan Penerapannya: Pemanfaatan Sains di Sekolah

Bertani adalah pekerjaan agraris yang bagi sekalangan orang merupakan pekerjaan alternatif apalagi bagi masyarakat di pedesaan. Dengan cara memanfaatkan alam sebagai lahan pekerjaan disamping sulitnya mencari pekerjaan. Tak sedikit juga, orang tua zaman dulu, bertani merupakan pekerjaan turun temurun yang menjadi rutinitas sehari-hari untuk menafkahi keluarga dengan pengetahuan yang sangat mini akan dunia pertanian.

Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan akan bagaimana tata cara bertani yang baik, bagaimana menghasilkan hasil yang unggul, ataupun bagaimana menyiasati jika terjangkit hama pada tanaman kita. Itu karena mereka tidak dibimbing secara formal di bidang pertanian. Jika ditilik secara ekonomi usaha bertani bisa jadi usaha yang menggiurkan, tatkala hasil panen melimpah ruah, namun juga ada tatkala keberuntungan tak berpihak pada kita. Apalagi sektor bahan pangan yang kini tak menentu, ditambah lagi adanya bahan pangan ekspor dari negara lain yang tentu dapat membuat para petani kita di indonesi a gulung tikar.

Nah, oleh karena itu setelah sekitar satu tahun sekolah saya berjalan (Baru diresmikan mode:ON) tepatnya pada tahun 2008 materi muatan lokal ‘Pertanian’ muncul menghiasi jadwal pelajaran di sekolah saya di Smp IT Hasbunallah.

Okok, kembali ke tema kita, saat awal pembelajaran sih saya canggung juga, apalagi pas disuruh turun ke lahan yang becek karena habis diterpa hujan semalam. Dari tanah becek tersebut, ternyata merupakan sebuah tanas yang subur dan kata guru saya sangat bagus jika di tanami sayur-sayuran.

Lahan yang berlokasi di belakang sekolah smp saya itu, pertama-tamanya merupakan ladang semak belukar dan berkat kekompakan bersama, wilayah tersebut mampu disulap menjadi sebuah lahan pertanian. Tempat yang padahal direncanakan untuk membangun gedung baru tersebut sementara dijadikan lahan percobaan untuk bertani dikarenakan proses pembangunan gedung barunya belum terealisasi, daripada mubajir bukan?

Dan gambar diatas merupakan sebuah semak-semak sebelum diubah menjadi sebuah lahan yang layak untuk bertani. Sebuah pekerjaan yang melelahkan tentunya, selain harus bertempur dengan rumput-rumput berduri pokoknya susah deh. *Lebay*

Setelah lahannya sudah dinyatakan siap oleh guru pertanian kami, lahan tersebut kemudian diolah lagi dengan cara yang hot menurutku aneh kayak dicangkul-cangkul kemudin dibikin gundukan kecil, dan dibuat bedengan untuk memisahkan tanaman satu dengan yang lainnya. Dan yang terakhir dikasih pupuk tentunya. (Baunya nauzubillah sob!) Maklumlah pupuk yang ini adalah pupuk kandang yang terbuat dari kencing kotoran binatang.

Habis itu, Slot lahan yang terbentuk ada 6 bagian (kecil juga sih tempatnya) tiap kelompok dapat masing-masing dua slot.

Satu slot untuk ditanami kacang panjang dan satu slot lagi untuk ditanami buncis, tanaman jagung juga ikut serta dalam lahan tersebut.

pertanian-smp-hasbunallah

Pada dasarnya bertani itu mudah jika kita sudah kerasan akan pekerjaan tersebut. Banyak hal yang kami pelajari dalam sebuah ilmu pertanian, bagaimana memilih tanah yang baik untuk tanaman A dan B, bagaimana agar buah bisa melimpah dsb semua kami pelajari dari sana. Dan satu nilai + (plus) nya adalah dengan bertani, rasa kekeluargaan dengan teman akan selalu terjaga dikarenakan dalam bertani dibutuhkan kerja sama yang utuh agar bisa mendapatkan hasil yang unggul.

Sebuah upaya yang tidaklah mudah, disini kami merasakan bagaimana kehidupan orang bawah yang mata pencahariannya sebagai petani. Bagus tidaknya semua tergantung dengan alam dan lelah itu juga resiko dari bertani apalagi jika matahari lagi panas-panasnya. Sungguh cobaan yang luar biasa bagi saya sendiri, mencari secercah recehan dengan cara tradisional para petani masih bisa bersemangat dalam kehidupanya. Lalu, bagaimana dengan kita?

Hasil dari pelajaran pertanian yang sangat erat hubungannya dengan sains ini sudah bisa didapatkan, memanen tanaman buncis, kacang panjang, dan jagung yang    pertanian-smp-hasbunallah-tanjungdulunya sangat kecil kini telah siap untuk dipetik hasilnya. Juga tak sedikit halangan yang dihadapi dalam prosesnya mulai dari menanam sampai panen pun ternyata ada juga caranya.

Penerapan sains disekolah sangatlah penting, selain belajar materi kita pun juga perlu untuk mencoba menerapkannya (praktek) untuk lebih menambah wawasan mengenai sains itu sendiri! Go Science.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.