Momen Ramadhan Dibuang Sayang

Sejak menjadi bagian dari kampus perjuangan, ITS, gue pribadi merasa nyaman dengan segala regulasi yang ada. Mulai dari fasilitas pendukung perkuliahan, biaya kuliah yang merakyat, atmosfer kampus teknik yang kental, sampai pada penentuan kalender akademik. Yang ingin gue tekanin disini adalah perihal poin terakhir tersebut. Dimana mahasiswa gak harus bolak-balik dari kampung halaman ke kampus hanya untuk ujian karena terpotong libur ramadhan.

Bersyukur, sebab banyak temen gue yang harus mendunda kepulangan H-3 idul fitri dan harus kembali lagi H+7 untuk ujian dan setelahnya baru libur beneran. Di ITS enak, karena ujian akhir semester (UAS) sudah berakhir total 27 mei lalu. Dan setelahnya libur sampai berbulan-bulan. Hehe, enak ya lama banget? Ga jugak. Buktinya gue harus balik paing lama seminggu setelah lebaran. Karena tanggung jawab selain kuliah sudah menanti di Surabaya.

Oke, Skip.

Jadi seperti yang sudah pernah gue ceritain disini. Sejak Juni, sudah ada desas desus buat ngadain buka bersama bareng alumni SMP. Pas pagi-pagi banget, tiba-tiba muncul notifikasi bahwa gue diundang ke sebuah grup. “Panitia Reuni” Singkat dan padat. Heran aja awalnya, kenapa gue tiba-tiba dilibatin? Padahal saat itu posisi gue masih di Surabaya dan sulit untuk bantu-bantu. Usut punya usut, grup tersebut rupanya dibuat agar panitia yang ada bisa menggencarkan promosi biar banyak yang ikut.

Baca Juga: Things To Remember After Five Years

Yaudah gue masuk. Dan taraa… Seperti biasa gue kebagian ngurusin publikasi dan dokumentasi. Jadilah selama ramadhan di rumah, kesibukan gue selain ngeblog, ngerjain proyek, juga bantuin sedikit-sedikit masalah publikasi itu. Karena berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, hanya sedikit yang bisa ikut berpatisipasi. Apalagi tahun ini temen-temen yang kuliah di ULM lagi pada sibuk Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ada yang gabisa pulang lah, keburu mudik lah, dan berbagai macam alasan klasik lain.

Singkat cerita, H-3 acara yang seharusnya sudah menyetorkan nama buat memesan makanan jadi gajadi karena yang konfirmasi ikut hanya belasan orang saja. Plak. Susah emang. Sampai-sampai para panitia yang ada di grup tadi berbagi tugas buat nge-pm anak satu-satu. Dengan rayuan maut, bujukan, serta paksaan, haha, jadilah H-1 terkumpul sebanyak 42 dari kurang lebih 80 anak se-angkatan. Luar biasa. Bisa dilihat, kalau orang Indonesia itu deadliners sejati. Plus, sering sok-sokan jual mahal ngakunya sibuk. Wkwk, becanda.

Hari H pun tiba, tapi kerjaan gue belum juga selesai. Entah, sebenarnya gampang tinggal comotin foto-foto alay bin jadul waktu SMP dulu, tambah lagu, dan jadiin video. Kelar! Tapi emang manusia sukanya nunda-nunda haha. Pukul 16.00 gue udah cabut dari rumah menuju TKP dengan backpack gede ala-ala orang mau manjat gunug. Heran juga padahal cuman bukber, tapi bawaannya gini amat. Wkwk. Isinya laptop, kamera, mouse, dan peralatan kecil-kecil lain. Dengan harapan, gue bisa ngelarin video yang kudu jadi sebelum sholat tarawih.

Sesampainya di TKP, sudah mulai Nampak muka-muka asing yang emang jarang banget gue liat. Faktor udah ga ketemu lama, jadi agak-agak gimana, tapi beberapa yang lain udah bosen mah. Haha. Ada putra, rahmat, akbar, mukhlis, dan wajah-wajah lain sudah mulai keliatan tuanya. Kumis, jenggot, udah bisa merepresentasikan kalau kita udah tua bro. Gue langsung nyalain laptop, mulai ngasih efek dan segala macemnya, dan render! Setelah berbuka dan sholat magrib, videonya pun kelar.

Baca Juga: Djakarta Reunion 2016

At least anak-anak yang datang reuni kali ini bisa mengingat kembali kealayan mereka. Betapa tingkah laku serta gaya foto mereka satu itu sangat-sangat menjijikan kalau dilihat di waktu sekarang haha. Gue pikir udah aman sih, video kelar, proyektor udah ada yang bawa.  Tapiii gue baru sadar kalau speaker ga ada. Dan ga ada satupun yang berinisiatif buat bawa. :’( Jadilah video seakan-akan bisu, hanya ada gambar-gambar nista ang tetep mengudang buat dibully habis-habisan. But, tetep menghibur kok hahah.

Walau acaranya cuman makan-makan, sharing, sholat magrib, isya, tarawih, foto-foto, sampai hiburan singkat di akhir. Tapi lumayan berkesan karena banyak muka-muka baru yang sebelumnya jarang ketemu akhirnya menunjukkan batang hidungnya. Sharing masalah hidup di perantauan, kesibukan perkuliahan, dan gak lupa ceng-cengan mantan. Barangkali ada benih-benih cinta mereka dulu yang mungkin bersemi kembali disini. Huek, haha.

reuni-alumni-smp-hasbunallah-tanjung-tabalong-kalsel-ramadhan reuni-alumni-smp-hasbunallah-tanjung-tabalong-kalsel reuni-alumni-smp-hasbunallah-tanjung-tabalong-kalsel-girls reuni-alumni-smp-hasbunallah-tanjung-tabalong-kalsel-cowok reuni-alumni-smp-hasbunallah-tanjung-tabalong-kalsel-foto reuni-alumni-smp-hasbunallah-tanjung-tabalong-kalsel-teman

Overall, ada beberapa catatan gue setelah bukber kemarin. Temen-temen dulu yang terkenal jahil, maupun tukang bully, sekarang sudah berubah drastis. Berubahnya ke arah yang jauh lebih baik kok. Ada yang pakaiannya makin ehem, syar’I, ada yang sangat-sangat menjaga tutur katanya, dan perubahan-perubahan keren lain.

Gue mah ga ada apa-apanya. Istilahnya, kalo dulu gue termasuk pribadi yang biasa-biasa saja, sekarang pun tetap sama. Alias ga ada perkembangan signifikan. Kecualiii kumis gue yang berkembang tumbuh subur. Badan pun gue rasa cuman naik beberapa kilo. Serius! Entah kapan gue punya badan cubit-able ala aliando gitu. Hehe

reuni-alumni-smp-hasbunallah-tanjung-tabalong-kalsel-ridha-tantowi

Alih-alih pengen dibuat foto-foto kamera yang gue bawa tadi, ga sampai setengah jam baterainya udah merah. Rupanya gue lupa ngecharge itu kamera setelah terakhir dipake pas hunting di Surabaya kemarin. Makanya ga heran kalau foto-foto disini kualitasnya jelek. Udah make hp, cahayanya ga ada lagi kan payah. Hm.

Segitu dulu, sebenernya ga mau diceritain sih ini. Tapi ya edisi dibuang sayang. Berhubung hari ini hari terakhir ramadhan juga, saatnya bersih-bersih! :cheers: Mohon maaf kalau selama ini gue ada salah-salah kata, semoga amal ibadah kita semua diterima Allah SWT. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H!

reuni-alumni-smp-hasbunallah-tanjung-tabalong-kalsel-kangen

6 opinions on “Momen Ramadhan Dibuang Sayang”

  1. Saya juga kalau ada cara buka bersama biasanya yang datang hanya sedikit… tapi engga apa- apa yang penting bisa ketemu sama temen SMA..
    Tapi kadang suka agak malas juga ikut bukber karena jalanan nya pasti macet banget..
    Mohon maaf lahir dan batin…
    selamat hari raya lebaran…

    Salam..
    Fahrizii recently posted…PrayMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge