Pemberdayaan Musik Panting dan Nasyid Islami: Pemanfaatan Seni di Sekolah

Musik sekarang bisa jadi kebutuhan mendasar manusia yang suka akan hiburan. Belum lagi band-band teranyar indonesia yang kini bertebaran sudah sangatlah banyak. Dari segi kualitas mungkin cukup bagus, namun kita disini tidak akan mempermasalahkan mengenai kualitas band-band. Tapi lebih kepada warisan budaya kita sebagai masyarakat indonesia yang sering kita lupakan akibat dari moderenisasi yang kini sangat gencar-gencarnya terjadi.

Musik yang telah mengalami moderenisasi, tidak membuat kesenian tradisional ‘Musik Panting’ tenggelam. Apa itu Musik Panting?

Musik panting adalah musik tradisional yang berasal dari kalimantan selatan. Dengan alat-alat tradisional tentunya yang berupa, panting (alat musik petik yang berukuran kecil), babun (alat musik sejenis gendang), suling, ketipak (sejenis terbang atau alat rebbana), tamburin (kresekan), gong, dan biola yang tentu tidak asing dengan alat musik modern tersebut. Lagu-lagu yang dibawakan pun lagu-lagu daerah asal kalimantan selatan seperti lagu paris barantai yang telah banyak di kenal orang secara umum.

Sebagai sekolah yang cinta akan Budaya & Seni indonesia, Di sekolahku Smp Hasbunallah Tanjung, terselenggara ekstrakurikuler pilihan tersebut yakni ‘Musik Panting’. Anggota ekskul itu dibagi menjadi beberapa bagian, tergantung bidang apa yang mereka kehendaki, ada yang menjadi vokalis, pemetik panting, penabuh gong dsb. Para anggotanya akan dibimbing agar bisa tampil di depan umum maupun untuk festival yang akan datang.

Nah, berbicara mengenai lomba, ekstrakurikuler Musik Panting di sekolah saya pernah mendapatkan juara 1 (satu) se-kabupaten Tabalong. Sungguh pengalaman yang menakjubkan bagi sekolah yang baru dirintis ini.

Selain Panting juga ada kelompok Nasyid Islam di sekolah saya, ini bukanlah sebuah ekstrakurikuler namun kelompok ini dibentuk untuk berbagai kegiatan seperti festival, pengisi acara sekolah, maupun request untuk mengisi event-event lainnya. Anggotanya pun dipilih berdasarkan bakat siswa itu sendiri yang pastinya semua anggota adalah perempuan.

Mengenai Nasyid Islami, Nasyid itu sendiri merupakan musik timur tengah yang kental dengan nyanyian bercorak islam yang dipadukan dengan tarian khas islami. Tak jarang kelompok ini mendapatkan juara dalam berbagai festival, khususnya festival islami. Baru saja kemaren, mereka berhasil memenangkan festival Keagamamaan (maaf namanya tidak saya sebutkan disini demi keamanan) di Tabalong, dan yang diatas tersebut merupakan foto mereka setelah festival berakhir.

“Minat dan Bakat terhadap seni jangan hanya dipendam saja, salurkan jiwa senimu lewat perantara salah atunya Di Sekolah!

 

Note: Maaf jika fotonya kurang jelas, atau malah tak terlihat itu karena saya mengambil foto tersebut dari sebuah foto cetak dan kemudian saya foto lagi dengan menggunakan handphone yang tentu tidak sebagus kamera. Sekali lagi mohon maaf!

Incoming search terms:

Comment on “Pemberdayaan Musik Panting dan Nasyid Islami: Pemanfaatan Seni di Sekolah”

  1. Setuju banget, musik tradisional harus dikenalkan kepada para pelajar supaya tetap lestari, begitupun dengan nasyid, jangan sampe genersi muda teracuni dengan musik2 luar yang muatannya tidak bermutu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.