Suka Duka Jadi Mahasiswa Arsitektur

arsitektur-its-surabaya Tidak terasa perkuliahan semester genap sudah berakhir satu bulan yang lalu. Ini berarti sudah hampir satu tahun gue berstatus sebagai mahasiswa Arsitektur. Jurusan yang dulu tidak begitu dicita-citakan, tapi mungkin memang jalannya disini, akhirnya gue pun terdampar di kampus ini. Bersama 92 mahasiswa lain dengan misi yang sama menimba ilmu berjuang meraih kesuksesan.

Satu tahun berlalu, banyak cerita yang tersimpan di dalamnya. Sejatinya, tidak ada yang benar-benar gampang, pun sukar dilalui. Beruntungnya, selalu ada saja celah untuk bisa menghirup napas segar di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Paling tidak akan ada tempat pelarian sebagai tumpuan melepas beban untuk sementara waktu.

Baca: Kehidupan Tahun Pertama Seorang Mahasiswa Arsitektur

Mungkin banyak yang bertanya-tanya bagaimana kehidupan seorang mahasiswa arsitektur itu. Gue yang masih terbilang mahasiswa baru sedikit banyak telah dapat menyimpulkan berdasarkan apa yang gue rasa dan dapatkan. Di samping banyaknya omongan yang mengatakan mahasiswa arsitektur itu selalu begadang, ada pula yang beranggapan mahasiswa arsitektur itu banyak gabutnya. (Nah loh) Bener ga sih?

Oke sekarang gue mau mencoba setidaknya me-list hal enak dan tidak enaknya saat menjadi seorang mahasiswa jurusan arsitektur. Tapi tentu apa yang gue jabarkan adalah berdasarkan perspektif gue sebagai mahasiswa, lebih mengerucut lagi bagi mahasiswa arsitektur ITS Surabaya.

suka-duka-mahasiswa-arsitektur

 

Suka

1.Minim Mata Kuliah Berhitung

Sejujurnya, gue ga benci-benci banget dengan pelajaran berhitung. Namun, entah kenapa semenjak lulus SMA paling ga bisa melihat angka-angka yang lebih mirip sekumpulan cacing itu. Jadilah ketika lulus menjadi mahasiswa jurusan ini gue merasa ada keajaiban karena tidak ada yang namanya kalkulus maupun fisika dasar yang notabene menjadi momok sebagian besar mahasiswa.

Baca: 10 Jurusan Arsitektur Terbaik di Indonesia

Tapi, minim bukan berarti tidak ada. Pada semester pertama kemarin, masih ada mata kuliah yang mengandalkan kemampuan berhitung. Seperti mekanika teknik dan matematika arsitektur. Nah, pada dua mata kuliah tesebut sebenarnya tidak terlalu banyak perhitungannya. Hanya dibutuhkan kemampuan dasar saja sebab nantinya yang rumit-rumit layaknya kalkulus tidak akan terpakai.

Selepasnya, ya seperti yang gue bilang tadi. Mata kuliah yang berbau matematika dan fisika hanya sampingan saja.

2.Jadwal Kuliah Flexibel

Jangan dimakan mentah-mentah ya poin yang ini. Gue bisa bilang begini karena nyatanya memang saat mata kuliah utama Dasar Desai Arsitektur (DDA) yang 7 sks itu kebanyakan gabut. Prakteknya, dosen koordinator hanya menyampaikan kuliah berdurasi 10-20 menit saja selebihnya memberikan tugas dengan instruksinya. Padahal, durasi mata kuliah yang ada tiga pertemuan dalam seminggu ini lumayan lama. Satu kali pertemuan berdurasi 3 jam dan dua perkuliahan lagi berdurasi 5 jam. Bisa dibayangkan betapa gabutnya, ahaha, tapi tetap tugas tidak bisa diganggu gugat dan asistensi itu wajib hukumnya. Hiks

Keuntungan lainnya, telat masuk kelas sangat lumrah banget. Tidak ada yang namanya batas waktu toleransi masuk. Mau masuk jam berapun, monggo, asalkan tugas kita sudah rampung dan hadir saat pengumpulan. Makanya, tidak jarang gue baru datang ke studio dua jam lebih dari jam seharusnya.

Baca: 10 Jurusan Arsitektur Terbaik di Indonesia

Oh iya, ini tidak berlaku bagi mata kuliah lain ya.

3.Punya Studio Gambar Sendiri

Studio diibaratkan rumah sendiri di jurusan. Setiap hari mayoritas perkulihan akan berlangsung disini. Tidak heran kalau studio bagai rumah kedua setelah kosan. Sebab tidak ada lagi ruang yang bisa digunakan mengerjakan tugas selain disini. Mau di kosan, sempit! Mau di perpustakaan? Bisa-bisa diusir karena berantakan dengan bahan-bahan maket lol. Makanya, ada banyak banget barang-barang menumpuk di studio dari yang mulai maket baru sampai maket terdahulu yang sudah dianggurin dosen sehabis penilaian.

Jadi studio ini masing-masing angkatan punya. Tidak ada ceritanya satu buah studio dipakai bersama-sama lintas angkatan. Dan ajaibnya studio angkatan gue ini mampu menampung 100 lebih mahasiswa, Ajib! So kita satu angkatan bakal sering banget ketemu di studio karena selalu bareng kuliahnya di satu ruangan.

maket-gabus-arsitektur

4.Bebas Berkreasi

Sebagai mahasiswa arsitektur, kita dituntut untuk terus bereksplorasi akan desain baru. Pasalnya, untuk inilah seorang arsitek dibayar. Klien tentu tidak ingin jika rumah/bangunannya hanya berbentuk kotak saja. Bagian enaknya disini adalah ketika kita bisa berimajinasi stinggi-tingginya tentang karya arsitektur impian kita. Mau membuat bentuk apapun bisa asal konstruksinya logis, fungsional, dan mampu dipertanggung jawabkan ide bentuknya.

Sehingga, tidak jarang teman-teman gue bikin karya yang sungguh diluar dugaan. Intinya, di Jurusan Arsitektur, kalian bisa merealisasikan apapun yang ada di otak kalian selagi bisa dituangkan menjadi karya yang make-sense. Sebabnya, ukuran suksesnya seorang arsitek biasanya tidak bergantung pada seberapa bagus sketsa/gambar awalnya, tapi pada keunikan ide bentuk dan pengembangan fungsi yang diberikannya.

Karena ini pula, mahasiswa arsitektur itu sangat dianjurkan buat jalan-jalan melihat karya arsitektur pendahulu. Akan sangat banyak ilmu yang didapat dari jalan-jalan. Setidaknya, kita bisa terinspirasi untuk bisa membuat karya yang lebih bagus ke depannya tapi tidak untuk menjiplak ide orang.

Baca: Cerita di Balik Pengumuman SBMPTN

sketsa-bangunan-arsitektur

Baca: Arsitektur VS Fakultas Kedokteran

Duka

1.Tugas Buanyak dan Beranak Pinak

2.Deadline Mencekik

3.Pengeluaran Membengkak

4.Harus Selalu Kreatif dan Futuristic

5.Bisa Mempertanggung Jawabkan Tugas

6.Tidak Jarang Bergadang

7.Jika Berhadapan Dengan Dosen Tua, Siap-Siap Dituntut Lebih

8.Yang Freehand-nya Tidak Bagus, Sabar ya

Incoming search terms:

60 opinions on “Suka Duka Jadi Mahasiswa Arsitektur”

  1. Betul sekali sob statement mu
    Hahaha , ya jadi anak arsitek itu harus banyak zikir biar ga khilaf bunuh diri gara2 tugas ga di acc asdon&dosen :v

  2. Kenalin gue Eka dari arsitektur Undip Semarang. Emang bener tuh jika arsitektur itu dibilang jurusan yg punya deadline mencekik tapi sekaligus jurusan tergabut. Di saat banyak banyak nya tugas , bisa gak tidur tidur dan gak mandi. Tapi liburanya panjang banget, di saat jurusan lain masih minggu tenang, kami udah kelar uas nya dan malah udah libur panjang.

  3. Mau tanya ka, kalo di its ada ujian keterampilannya jg gk ya setelah lulus sbmptn? Klo jurusan arsi di its menrt kaka mutu nya bagus gk??? Dan gimana dengan prospek kerjanya?? Hehehe maklum ka masih bingung milih univ.
    Mohon bantuannya

    1. Ga ada kalo ITS, jadi cuman tes tulisnya aja. Prospek? Hmm sulit diprediksi karena ya zaman sekarang kan cepet banget berubah. Beberapa tahun lalu aja belum ada smartphone eh skarang udah banjir hape pinter. Pokoknya asal enjoy dan suka aja ntar kerjaannya bisa ngikutin
      Masalah mutu ITS jangan diragukan lagi, akreditasinya udah A kok dan alumni2nya juga kece2

  4. Saya kemarin juga baru lulus di arsitek, tapi ya gitu saya bingung bagaimana harus kedepannya. Karena kemarin prorioritas saya do FK. Jadi saya bingung harus bagaimana menyikapinya. Dan saya juga kurang bisa menggambar. Apakah dengan tidak bisa menggambar akan mempengaruhi ketika kuliah nya nanti bang?

  5. Hallo ka, saya mau nanya nih kalo jadi anak arsitektur itu harus bisa gambar ga sih? soalnya jujur aja nih saya kalo gambar itu jelek banget. thanks ka.

  6. Benar banget..
    Saat deadline menghampiri kepandaian tidak diperlukan, tapi yg diperlukan di sini adalah DAYA TAHAN

  7. Halo kak, salam kenal aku irsyad. Aku tahun depan mau coba masuk arsitektur its, tapi sebenernya aku ga tau itu passionku apa enggak. Cuman aku suka gambar dan ngitung. Makanya coba itu. Ada saran gak kak apa aja yg harus aku siapin dr sekarang ? Latihan softwarekah atau gimana ? Makasih kak mohon dibalas ya ?

    1. Kalo aku sih gausah belajar software2 gitu dulu gapapa, yg perlu dimantepin adalah niatnya. Apa bener nanti mau jadi arsitek? apa bener mau berjuang buat jadi arsitek? nah pertanyan2 semacam ini yg perlu kamu jawab. Karena gak sedikit mhs arsi yang ternyata pas udah tingkat 2 atau 3 mereka akhirnya memilih gak jadi arsitek. (Tapi lebih ke perencana, dosen, konsultan, pengembang, dll). Karna kalo aku rasain jujur aja jadi arsitek itu ga gampang. Kamu harus bener2 niat dan berani berjuang.
      Makanya sejak kuliah udah diperkenalkan segimana banyaknya tugas mhs arsitektur itu dan di pekerjaan nyatanya nanti. Semangat!

      *NB
      Jujur kalo bisa muter waktu skrg aku malah pengen masuk jurusan sosial humaniora kek sastra, komunikasi, manajemen. Hehe. Karena udah jenuh banget sama tubes.
      Muhammad Ridha Tantowi recently posted…Refleksi Diri Dari Titik Nol Arsitektur ITSMy Profile

  8. Kak saya rencananya mau masuk arsitek kak, cuma yang saya takutkan masa2 dmn kita kehabisan ide untuk ngedesainnya kak, tips untuk selalu kreatif apa ya kak?

    1. Kuncinya ya kamu harus bener2 yakin dulu kalo mimpimu disitu. Kalaupun nanti berubah pikiran, yakinin kalau kamu harus menuntaskan tanggung jawabmu sbg mahasiswa. Dari sini mau ga mau, pasti bakal terus ada ide-ide bermunculan.Semangat!

  9. Kak mau nanya, aku Masih SMA kelas 11 bingung ingin masuk arsitek karena fisika dan mtk aku masih belom jago jago bgt, pas kuliah itu belajar fisikanya susah bgt atau engga apa bab fisikanya lebih sedikit?

  10. Kepingin masuk arsitektur soalnya aku suka gambar meskipun ga bagus” amat, suka fisika tp juga nggak pinter” amat wkwk meskipun cuma mengandalkan ‘suka’ apakah bisa menjamin bakalan enjoy nggak keteteran disana kak??

  11. Kak, saya mau tanya. Apa benar katanya banyak mahasiswa arsitek yang tidak kuat di jurusan arsitek terutama di bagian Studio desainnya? Lalu, apa iya setelah lulus S1 kita perlu belajar lagi selama 1 tahun untuk menjadi arsitektur?
    Terimakasih

  12. Permisi yak, emang bener kok yang kaka ridha bilang gak semua lulusan arsitektur jadi arsitek kedepannya, contoh saja ada guru saya alumni jurusan arsitektur tapu sekarang malah jadi kyai dan punya pondok, kan jauh banget sama apa yang ditekuni di awal

  13. wanjir :v bagian ga enaknya fontnya ampe digedein n diBold :’v bkin takut aj, bang… btw saya mw tanya, itu d bagian pengeluaran mmbengkak, brarti material2 yg dbutuhkn stiap bkin tugas praktek musti dari kantong sendiri ya? biasany tugas gitu per kelompok ato mandiri, bang?

  14. Assalamualaikum wr.wb
    Kak mahasiswa arsitektur itukan dituntut untuk berkreasi, nah klo kita udh punya pikiran (rancangan) terhadap suatu bangunan yg akan kita buat tp gabisa menuangkan dalam gambar tangan / sketsa gt gmn kak? Karena saya baca di blog lain banyak yg bilang “arsitek ga harus pandai gambar” lha terus klo ga harus pandai gambar gmn kita bisa ngejelasin ke client kita nanti?
    Trus masuk ke jurusan arsitektur itu harus pakai portofolio ya kak? Klo iya berarti kita emg bener bener dituntut buat jago gambar?
    Trus saya minta pendapat dong langkah awal yg dibutuhkan supaya bisa masuk arsitektur kak, untuk anak yg baru tertarik dengan dunia arsitektur seperti saya ini apa hal yg paling mendasar yg harus saya lakukan? atau bikin tulisan tentang perjalanan kakak masuk arsitektur hehe soalnya saya gampang bgt termotivasi sm kisah kisah kesuksesan seseorang, siapa tau kisah kakak bisa menjadi motivasi saya untuk menekuni bidang ini:)
    Oiya sebelumnya saya siswa kelas 11 otw 12 di salah satu sma negeri di jakarta, ga terlalu pinter mata pelajaran itung itungan sih, tp saya punya niat kuat untuk masuk arsitektur hehe..
    Mohon maaf kak klo banyak nanya, soalnya saya bingung mau tajya ke siapa lg:’ semoga dijawab ya kakk, semoga sukses di dunia perkuliahannya!
    Syukron jazakallahu khairan katsiran:)
    Wassalamualaikum wr.wb

    1. 1. Arsitek ga harus pandai menggambar tangan, tapi kalau punya keahlian ini akan lebih baik. Kenapa? Akan lebih mudah mempresentasikan hasil kerja kita kepada client dengan waktu yang terbilang cepat. Kalau pun gak pandai gambar tangai, sekarang sudah banyak aplikasi yang dapat menunjang arsitek perihal desain. Bisa dengan autocad, sketchup, revit, 3ds max, dll. Solusinya ya harus belajar pakai software-software tersebut.

      2. Masuk jurusan arstektur di PTN gak pake portofolio. Kecuali swasta biasanya ada tes menggambar.

      3. Cara masuk jurusan arsitektur? Kuncinya satu: Belajar. Pelajari mata pelajaran yg sekarang kamu tekunin di SMA (Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, dll) karena kuncinya harus lolos ujian masuk PTN. Entah itu lewat SNMPTN, SBMPTN, atau Jalur Mandiri. Saran gue, gak perlu dulu terlalu dalam memahami cara kuliah di arsitektur, tapi pahami gimana caranya kamu bisa masuk ke jurusan itu dan di PTN yang kamu kehendaki.

      4. Soal matpel hitung-hitungan gak pelajari semampunya aja. Karena disini hitung-hitungannya pun ga se-kompleks di jurusan fisika, matematika, atau mesin. Jadi cukup pahami dasar-dasarnya aja.

      Semoga membantu!

  15. halo kak, aku mau minta pendapat kakak nih, maaf ya kak agak panjang hehe. jadi gini, kan aku dari dulu pengen banget masuk arsitek, dan karena orang tua nggak suka, terpaksa aku masuk ke keperawatan yang notebenenya aku gaada sense sama sekali disitu, 2 semester berlalu dan aku masih ngerasa “ngapain aku disini? aku gadapet apa-apa selama disini, ini nggak aku banget” akhirnya aku memustuskan buat ikut sbmptn lagi, dan.. aku nggak lolos, padahal usaha aku lebih maksimal di tahun ini, aku udah yakin banget bakal lolos, dan anehnya tahun kemaren yang aku belajar sekadarnya malah lolos padahal passing gradenya nggak jauh beda, trus aku kepikiran cara lain, pindah jurusan! lewat prosedur dari undip, dan aku bingung karena kalo lewat sbm kan aku ngulang bener2 dari nol jadi aku bisa mengikuti, sedangkan kalo lewat pindah jurusan ini, aku nanti tetep keitung mahasiswa semester 3 dan takutnya aku malah ketinggalan jauh dari yang lain. nah, yang mau aku tanyain disini, mending aku bertahan di keperawatan (yang aku sama sekali nggak suka) atau aku pindah jurusan ke arsitektur sesuai prosedur? demi apapun aku ngerasa passion aku emang di arsitektur, walaupun banyak yang nakut2in tugas setumpuk, jarang tidur, banyak mahasiswinya yang nggak betah trus pindah jurusan, aku tetep kekeuh pengen di arsi, jadi mohon pendapatnya ya kak karena aku nggak tau kehidupan di arsi kek gimana, hihi, sebelumnya makasih kak

    1. Hai, thanks for the comment! Kalau memang keadaannya begitu, saran gw kamu coba ngobrol sama pihak kampus apakah bisa pindah jurusan. Pengalaman gw, di kampus gw ada anak pindahan dari jurusan lain dan diperbolehkan, jadi untuk mata kuliah umum (Agama, B.Inggris, dll) gak perlu ngambil lagi ketika udah pindah di jurusan baru. Walau itungannya akan tetap bareng sama adik tingkat nantinya pas kuliah. Tapi gak rugi-rugi banget. Atau opsi kedua, coba lagi lewat jalur mandiri di PTN. Ngulang setahun gak ada ruginya, toh yang ngejalanin kita, orang lain cuman bisa ngeliat doang.

      Soalnya kalau memang udah gak niat di jurusan sekarang agak susah. Karena ujung-ujungnya, saat lulus nanti bingung mau kerja apa dan berasa gak dapat ilmu apa-apa. Seperti yang udah gw tulis di beberapa postingan di sini, jadi mahasiswa arsi itu gak gampang. Tapi untungnya, gw masih menikmati di sini. Selain ini juga udah jadi pilihan yang harus diselesaikan tanggung jawabnya. Yang terpenting, komunikasikan dengan keluarga, gimana keadaan kamu sekarang, apa akibatnya, dan prospek ke depan. InshaaAllah mereka akan paham jika yang mengkomunikasikannya dengan benar.

      Semangat semoga membantu.

  16. kak mau tanya,misalkan kita daftar di pts yg testnya itu menggambar,nah misalkan gk bisa menggambar apa masih bisa masuk?
    trima kasih kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge