Dua Jemari

Kugoreskan cerita ini, tak lewat dari sebuah kertas pucat nan lusam. Bersama dirinya diatas gurun berbayung kasih sayang menggapai mimpi, berjam-jam, ku luangkan waktu. Tuk mengerti, tak ada yang mudah dilalui, berbatu, berliku, sampai pada sebuah persimpangan, ah bingung.. Menapaki strukturnya, menikmati dirinya. Hei, rasa cinta, kepunahan akan sebuah harapan, Ya! Punah tetap punah, ikrar manusia ditentang sang kuasa. Pembodohan … Read more Dua Jemari

Read More