A Bespectacled Man

“Rid, coba jawab soal nomor 9,” pinta bu Lidya, guru matematika kelas 10 gue. “Mmm, maaf dari sini ga kelihatan bu,” sahut gue dengan muka melas berharap permintaan tersebut diindahkan. “Loh ga liat? Jadi kalo tadi ga liat dari tadi kamu ngapain aja hah? Maju sini lalu kerjain di depan,” timpalnya. Jleb. Begitu kira-kira asal muasal gue sadar akan satu … Read more A Bespectacled Man

Read More