• Stories

    Makna Integritas di Selembar Kertas

    Saat masih di bangku SMP, saya terbilang sudah gencar mencari berbagai sumber pendapatan. Setelah cukup lama mengandalkan internet dan kemampuan menulis ala kadarnya, kejayaan saya 2-3 tahun itu pun akhirnya harus karam. Zaman berubah, kemampuan menulis dan berjejaring atau singkatnya disebut blogging ini secara bertahap mulai dikalahkan bot-bot super yang mampu memproduksi konten secara massive dan tertarget. Pergeseran ini layaknya ojek online yang beberapa tahun terakhir menggerus eksistensi ojek pangkalan. “Kalau tidak ada inovasi, maka bersiap-siaplah untuk mati,” katanya Baca juga: Tidak Ada Masalah yang Terlalu Besar Di perguruan tinggi, kemampuan menulis ini saya coba asah lagi dengan bergabung ke sebuah unit humasan. Di awal, yang saya ketahui adalah kuantitas tulisan…

  • Opini,  Stories

    Menimbang Kebijakan Work From Home dari Kacamata Perantau

    Di tengah segala keterbatasan gerak di zaman yang serba cepat ini, ada banyak pula penyesuaian yang harus dilakukan. Terlebih untuk perantau di Ibukota, selain dituntut untuk patuh terhadap kebijakan pengendalian covid, urusan pekerjaan masih harus selesai secara bersamaan. Hingga munculah kebijakan Work From Home (WFH). Tapi, apakah kebijakan ini efektif dan efisien bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya? Sebagai salah satu dari ribuan perantau lainnya di Jakarta, pekerjaan saya memang tidak akan pernah bisa selesai hanya dengan WFH. Ada beberapa kasus yang masih mewajibkan saya untuk bertemu klien, meninjau pekerjaan lapangan, hingga penyelesaian administrasi pekerjaan lainnya. Oh ya, kembali ke pertanyaan tadi, apakah kebijakan WFH ini adalah kebijakan terbaik?…

  • Stories

    Kompromi Quater-life Crisis, Pandemi dan Mimpi

    Sudah cukup sering bukan mendengar dua istilah di atas? Rasanya sudah cukup lama saya ingin mencoba membahas dua hal ini. Namun tenaga dan pikiran belum cukup jernih untuk diajak berkompromi dengan hal-hal yang menyangkut produktivitas. Terhitung Januari 2021 ini, sudah 1 Tahun 4 Bulan saya bekerja dan menetap sendiri di DKI Jakarta. Selama itu pula, rasa gelisah dan beragam ketidakpastian dalam hidup saya semakin menjadi-jadi. Sebagai seseorang yang seringkali merencakan mimpi, saya sudah berusaha mem-breakdown ketidakpastian dan kegundahan yang menyeliputi hari-hari saya. Usut punya usut, apa yang saya rasakan dan detailkan tadi memang lumrah dirasakan oleh orang-orang yang sebaya dengan saya. Mengutip definisi dari Wikipedia: Quarter-life Crisis is a crisis…

  • Stories,  Ulasan

    Belajar Enam Bahasa Asing Sekaligus

    Banyak hal yang telah berubah di blog personal saya ini, mulai dari bahasa yang sok-sokan keminggris, sampai ketiadaan psotingan baru hingga berbulan-bulan lamanya. Sampai pada ketika saya menerima invoice masuk di akun gmail saya yang tidak lain adalah dari Rumahweb. Ini kok tagihan muncul terus? Apakah jangan-jangan selama ini saya hanya menjadi donator Rumahweb? (Ini gak di-endorse ya!) Sebagai pengguna layanan yang rutin bayar tagihan hosting dan domain tiap tahunnya, yang tentu akumulasi rupiahnya tidak sedikit, bisa dibilang blog ini sebenarnya lebih berat di ongkos ketimbang sumbangsihnya di pendapatan adsense. Hehe. Menilik ke belakang, terakhir kali ada issued payment dari Google Adsense saya adalah 2019 lalu. Yasudah lah, semoga kali…

  • English,  Stories

    Everything Happens For A Reason

    There were myriad moments in my life that made me difficult to forget. The moment when I failed the university admission exam, the moment I didn’t win a competition, and the moment when I lose some precious stuffs that belong to me. They were full of bad experience indeed. Not only because they were “pricey”, but also those stuff no longer could support me to run the day and the future. These are some stories I’m trying to recall that gave me immense lessons in life. I’m not sure to what extent the lessons have contributed to shape who I am today. But, the failure and loss as the result…