• Stories

    Budaya Partisipatif dan Indonesia Tanpa Pesimisme

    Kembali ke pembahasan mengenai pengemudi dan penumpang, saya jadi teringat akan bagaimana kagetnya saya di hari pertama perkuliahan di Porto dimulai. Saya yang sama sekali tidak mengerti bahasa portugis saat itu benar-benar dibuat bingung. Satu sesi perkuliahan berdurasi empat jam. Setelah 2 jam pertama, terdapat jeda istirahat selama 1o menit. Di sesi pertama, dosen memberikan materi layaknya dosen-dosen biasa yang saya temui di Indonesia. Bermodalkan pointer di tangan kiri untuk memindahkan slides power point dan sebuah buku tebal di tangan kanan, ia terus bercerita tanpa interupsi. Selesai menjelaskan materi, tanpa komando, para mahasiswa yang belum saya kenal ini langsung berebut untuk menyanggah pernyataan si dosen ataupun yang hanya sekadar menambahkan…