• Stories

    Makna Integritas di Selembar Kertas

    Saat masih di bangku SMP, saya terbilang sudah gencar mencari berbagai sumber pendapatan. Setelah cukup lama mengandalkan internet dan kemampuan menulis ala kadarnya, kejayaan saya 2-3 tahun itu pun akhirnya harus karam. Zaman berubah, kemampuan menulis dan berjejaring atau singkatnya disebut blogging ini secara bertahap mulai dikalahkan bot-bot super yang mampu memproduksi konten secara massive dan tertarget. Pergeseran ini layaknya ojek online yang beberapa tahun terakhir menggerus eksistensi ojek pangkalan. “Kalau tidak ada inovasi, maka bersiap-siaplah untuk mati,” katanya Baca juga: Tidak Ada Masalah yang Terlalu Besar Di perguruan tinggi, kemampuan menulis ini saya coba asah lagi dengan bergabung ke sebuah unit humasan. Di awal, yang saya ketahui adalah kuantitas tulisan…

  • Opini

    Memang Mahasiswa Suka Lupa

    Mahasiswa digolongkan sebagai kaum terpelajar yang mendapatkan pendidikannya di perguruan tinggi. Tidak sekadar berpengetahuan luas di bidangnya, mahasiswa juga dituntut untuk menjadi insan yang intelektual, kreatif, tegas, berani dan tanpa mengharapkan imbalan apalagi ditunggangi oleh pihak tertentu. Tidak heran jika mahasiswa di zaman orde baru menjadi garda terdepan dalam memerjuangkan keadilan. Tak heran pula jika mahasiswa begitu ditakuti oleh para wakil rakyat di Senayan. Seperti tergambar di beberapa media dokumentasi, pergerakan mahasiswa tersebut penuh dengan anarkisme, penuh dengan gelora juang yang tinggi nan mencekam hingga berbuah jatuhnya Mantan Presiden Soeharto dari singgasananya. Aksi-aksi heroik mahasiswa ini begitu diapresiasi karena merupakan suara banyak orang. Terlebih bagi masyarakat menengah ke bawah yang…

  • Opini

    Membangun Citra Positif Indonesia

    “Hey, apa kabar?” sapanya singkat lewat fitur direct message Instagram. Tidak wajar memang, tapi inilah satu-satunya cara agar kami tetap bisa berkomunikasi. “Sejauh ini semuanya baik-baik saja,” jawabku sekenanya karena aku tahu ia akan menghujaniku belasan pertanyaan lain jika jawabanku aneh-aneh. Sekarang, dalam benakku aku tidak ingin membicarakan hal-hal berat lagi. Mengapa tidak mencoba mengajak ia keluar dan jalan-jalan menikmati matahari sendu di musim semi ini? Atau saling membicarakan mimpi masing-masing di pojokan cafe klasik khas portugal dengan ditemani sepotong pastel de nata. Tapi kenyataannya itu tak mudah. Sulit bagi kita berdua mencari waktu yang bisa menyenangkan kedua belah pihak. Kita tidak lantas bermusuhan hanya karena perbedaan waktu senggang. Tidak…

  • Blogging,  Ocehan,  Opini

    Berhenti Ngevlog Akibat Kebijakan Baru Youtube

    Di postingan sebelumnya gue officially announce kalo gue punya channel di youtube yang isinya kurang lebih tentang kehidupan erasmus, perkuliahan, dan traveling gue selama di Eropa. Tapi beberapa lama ternyata muncul kebijakan baru youtube yang bikin gue mikir ulang buat rutin upload video di sana.  Kebijakannya kurang lebih isinya menyatakan kalau content creator baru bisa me-monetize video-videonya jika dan hanya jika memiliki 1000 Subscribers dan videonya telah ditonton selama 4000 jam dalam kurun waktu satu tahun. Bagi gue kebijakan ini sangat keterlaluan, karena jujur susah banget buat dapet angka segitu. Belum lagi banyak banget yang biasanya ngeskip video pas lagi nonton. Gue udah menimbang-nimbang sih, buat mencapai subscriber dan angka…

  • Opini

    Menebas Problematika Perbatasan

    Berada di zona pembatas dua negara rasanya seperti di awang-awang. Daerah yang menjadi poros kehidupan rakyat kecil menjadi tak lagi terhiraukan. Jangankan mengharapkan mobil mewah senilai 1 milyar per unitnya seperti usulan DPRD Pekanbaru bagi elit politiknya, untuk makan saja sangat susah. Itulah mereka yang hidup di perbatasan. Berbaris menjaga garis NKRI di mata para tetangga yang seringkali seperti tak terjamah oleh pemerintah yang semestinya bertanggung jawab. Sebagai contoh, jika kita menilik Kab.Nunukan, di Perbatasan Kalimantan Utara yang merupakan hasil pemekaran dari Prov Kalimantan Timur sangat memprihatinkan. Dulu, sebelum ada wacana pencabutan BBM bersubsidi harganya saja mencapai Rp.22.000/liter jika dipasok dari daerah lain di Kalimantan. Namun, jika dari negara tetangga…