• Opini,  Stories

    Kehidupan Jalanan Kota Surabaya

    Kamis (4/10), aku kembali menjajal bus kota Surabaya setelah terakhir kali awal tahun 2017 (kalau tidak salah). Tidak ada perubahan berarti, kernet bus masih saling berebut penumpang, para porter yang masih saja memaksa, dan calo-calo ‘tak kasat mata’ yang silih berganti menghampiri penumpang yang baru turun. Di dalam bus, kursinya sobek-sobek, AC mati, ngetemnya super lama dan tidak lupa hiburan ala pengamen jalanan dengan suara merdunya turut mengiringi waktu tunggu. Walau aslinya sedikit menghibur, hawa panas di dalam bus seolah tak mengizinkan penumpang untuk menikmati musiknya. Kaca jendela yang dibiarkan terbuka pun jadi tak ada artinya, lah tidak ada anginnya. Penjaja asongan pun masih dengan bebasnya berkeliaran. Para pencari nafkah…