Pengalaman Mencari Bantuan Dana Kegiatan Luar Negeri Mahasiswa

Di postingan sebelumnya telah dibahas tentang gimana sih cara dapetin kesempatan ke luar negeri. Nah, postingan ini adalah sambungan dari cerita gue kemarin. Karena sejujurnya, program ASTW 2017 ini gak sepenuhnya gratis. Peserta masih diharuskan untuk membeli tiket pesawat sendiri. Berbeda layaknya beasiswa bergengsi lain seperti LPDP, Erasmus Mundus, Fullbright, DAAD dll yang bersedia membiaya semua kebutuhan penerima beasiswanya (fully funded).

Baca juga: Pengalaman Dapat Beasiswa Dataprint

Kalaupun kalian gak dapet beasiswa penuh, tenang aja, seperti kata pribahasa bahwa ada banyak jalan menuju roma. Alias ada banyak cara supaya kita bisa berangkat walau hanya dapet beasiswa parsial ataupun tanpa beasiswa sekalipun semisal kegiatan volunteering AIESEC. Karena gak sedikit juga temen-temen gue yang berhasil dapat dana dari sponsorship dan berangkat keluar negeri tanpa beasiswa. Mantep kan?

Pengalaman gue, nyari bantuan dana itu susah-susah gampang. Kalau dihitung, banyak susahnya sih ketimbang gampangnya. Hehe. Saran gue selalu inget aja tujuan utamanya biar gak mudah redup semangatnya. Setiap keringat yang keluar pasti akan terbayarkan nantinya. Usaha keras tidak akan mengkhianati wkwk.

Baca juga: Pengalaman Kuliah Singkat Gratis Ke Luar Negeri

Nah dalam usaha pencarian dana yang pernah gue lakuin, ada yang berhasil tapi gak sedikit juga yang bernasib gagal. Banyakan gagalnya sih. Haha. Tapi gue selalu bersyukur kalau gue pernah berada di fase tersebut. Bahwa gak semua orang punya pengalaman semenarik ini, datang ke perusahaan-perusahaan dengan segepok proposal di tangan. Bermodalkan nekat dan berani malu pokoknya gapapa, toh kita ga ngemis melainkan ada feedback yang bisa kasih ke mereka.

Berikut beberapa instansi pemerintah, perusahaan, juga birokrasi kampus yang pernah gue incar untuk bisa membantu kegiatan luar negeri gue:

  • Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan

Bagi mahasiswa, ini cara tercepat yang biasanya ditempuh kalau mau minta bantuan dana ke kampus. Biasanya dari departemen langsung diarahkan ke Bagian Akademik dan Kemahasiswaan. Kalau di ITS sendiri memang ada anggaran untuk kegiatan mahasiswa, baik kegiatan individu, kelompok, maupun organisasi. Prosesnya lumayan ribet guys, tapi alhamdulllah bisa gue lewatin dan dapat juga tuh dana.

Berdasarkan pengalaman, dari rincian anggaran dana yang tertera di proposal, sekiranya hanya 30-50% nya saja yang dibantu. Kalau apes dan anggaran menipis, malah dapat dana hiburan wkwk. Kekurangannya disini adalah dana baru bisa cair ketika kegiatan sudah selesai dan laporan pertanggung jawaban sudah dimasukkan. Mau gak mau, kita harus cari pinjeman duit dulu sih.

Baca juga: Cerita di Balik Pengumuman SBMPTN

  • Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IKOMA)

Ini sumber dana kedua di ITS yang gue tahu setelah bagian kemahasiswaan. Jadi kurang lebih IKOMA ini seperti badan yang bertanggung jawab terhadap dana hasil dari sumbangan wajib orang tua mahasiswa gitu. Nah, karena berasal dari mahasiswa, maka dananya pun digunakan untuk kegiatan kemahasiswaan dan hal berbau akademik lain.

Proses pengajuannya kurang lebih sama dengan yang di atas. Kita bawa proposal dengan persetujuan kepala departemen, dekan fakultas, wakil rektor bidang akademik, barulah diajukan ke IKOMA. Enaknya, dana di IKOMA bisa dicairkan sebelum kegiatan berlangsung. Tapi gaenaknya, yang gue denger langsung dari pihak sananya, dana untuk kegiatan mahasiswa perorangan maksimal hanya satu juta rupiah. Tapi lumayanlah daripada gak sama sekali.

  • Pemerintah Kabupaten (Bupati)

Kalau di kampus udah gak memungkinkan buat nyari dana, atau dananya masih kurang, bisa nih dicoba buat masukin proposal ke bagian Kesra Pemerintah Kabupaten sesuai KTP kalian. Pengalaman dulu lumayan susah sih buat dapat kejelasan mengenai dibantu atau enggaknya. Apalagi kalau kita berasal dari daerah terpencil yang masih belum ‘kepikiran’ tentang kegiatan internasional begini. Beda dengan di Jawa yang lebih terbuka dan aktif mengapresiasi putra-puteri daerahnya masing-masing. Tapi setelah ngobrol meyakinkan birokrat, gue berhasil dapat bantuan dana.

  • Pemerintah Provinsi (Gubernur)

Jalur ini perlu dicoba juga, apalagi kalau punya hubungan dekat dengan gubernur. Entah, dulunya sebagai simpatisan, atau punya hubungan kekerabatan. Lumayan nih hehe. Pengalaman gue nyoba ngajuin ke pemerintah provinsi kalimantan selatan berbuah nihil. Dulu di bagian Kesra Pemprov, mereka masih menerima proposal kegiatan individu mahasiswa. Tapi sejak 2016 katanya udah gak menerima proposal mahasiswa lagi. Alasannya adalah dana hibah pemprov untuk kegiatan kemahasiswaan sudah dilimpahkan ke tiap-tiap perguruan tinggi di kalimantan selatan. Lah piye aku sing kuliah ga nang kalimantan iki :’)

  • Dinas Pendidikan

Masih sama seperti di pemprov, hasilnya nihil. Alasannya, tidak ada anggaran untuk kegiatan mahasiswa. Anggarannya hanya ditujukan untuk beasiswa mahasiswa tidak mampu, mahasiswa berprestasi (setahun sekali, berdasarkan IPK), dan biaya skripsi. Hmm. Okelah, gue mundur.

  • Dinas Pengerjaan Umum

Proposal berhasil masuk, tapi masih belum ada tanggapan sampai sekarang. Hehe. Nekat aja sih ini soalnya pernah baca kalau ada yang pernah dibantu oleh dinas/kementerian terkait bidang gelut kita saat ini. Yaudalah, nothing to loose. Usaha keras tidak akan mengkhianati. Haha.

  • Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata

Nihil pisan. Sampai-sampai staff dinas nya curhat ke gue, “Disini kita juga susah anggaran mas, kegiatan banyak tapi uang yang turun sedikit, pengen sebenernya dukung pemuda/pemudi gini tapi keadaannya begini,” ujarnya sambil mengembalikan proposal gue. Dari sini dikasih rekomendasi ke dinas pendidkan dan pemerintah kabupaten. Duh gue udah lelahhh, udah jelas-jelas gadapet di dua tempat itu hahah. :’)

  • Banjarmasin Post

Sebagai perusahaan terbesar yang bergerak di media di Kalsel dan Kalteng, gue sempet menaruh banyak harapan di sini. Tapi apa yang gue dapet bertolak belakang. Katanya, banjarmasin post hanya bisa mendukung kegiatan kemahasiswaan dalam bentuk pemberian gate ballon/spanduk/baliho. Lah dikata gue mau bikin pensi apa ya. Wkwk. Sudahlah lupakaaan.


Akan dilanjutkan segeraa….

PT Pertamina

Bank BRI

Bank Kalsel

PT Adaro Indonesia

PT Pama Persada Nusantara

PT United Tractor

PT Rezeky Setia Abadi

PT Subur Agro Makmur

Garuda Indonesia

PT Astra International

PT Sapta Indera Sejati

PT Uniliver Indonesia

PT Coca Cola Amatil Indonesia

 

Tips Memasukkan Proposal Dana

  • Kenali Calon Pemberi Dana

Sebelum benar-benar memasukkan proposal, kita harus kenal betul dengan si bakal calon pemberi dana ini. Apakah memang instansi/perusahaan yang kita tuju ini berpengalaman memberikan sponsor atau tidak. Selain itu, background pendidikan dan kegiatan kita juga sebaiknya harus sejalan dengan instansi/perusahaan yang ditunggu. Gak mungkin kan kalau misal saya akan kuliah di bidang arsitektur lalu minta dananya ke Dinas Kesehatan? Ada lagi nih, minta dananya ke Bank BCA tapi kita sendiri nyantumin rekening Bank Mandiri di proposal, maunya apa? Hahah. Nah hal-hal seperti ini yang sebaiknya diperhatikan selain tentang apa kontribusi yang bisa kita berikan bagi instansi/perusahaan.

  • Ada kenalan (Orang Dalam, red) lebih baik

Poin ini sebenarnya nilai plus saja. Jikalau harus jujur memang punya orang dalam ini sangat memudahkan banget. Terlebih dalam hal komunikasi dengan pihak strategis di instansi/perusahaan terkait. Karena gak jarang kalau kita bukan siapa-siapa ini, proposalnya hanya ditaruh di meja tanpa dibaca sedikitpun. Parahnya, kalau proposal kita malah berakhir di security, meja resepsionis, atau malah bak sampah. Nah, fungsi orang dalam ini begitu penting, setidaknya untuk meyakinkan kalau proposal kita benar-benar sampai. Perihal dibantu atau tindak itu urusan belakangan.

  • Adanya Surat Rekomendasi Legal

Hadirnya surat rekomendasi ini sebenernya bukan sebuah keharusan. Namun akan menjadi nilai tambah untuk meyakinkan perusahaan agar bisa membantu mengucurkan dana. Apalagi jika kegiatan yang tercantum di proposal adalah bersifat individu. Perusahaan akan berpikir ulang untuk membantu karena ragu tentang kebenaran dan manfaat kegiatan yang akan dilakukan. Surat rekomendasi ini bisa didapatkan dari pemberi beasiswa, dosen pembimbing, profesor, maupun dari dinas pendidikan kabupaten/provinsi.

  • Contact Person & Follow Up Proposal

Hal cukup krusial ketika prosesi penyebaran proposal. Gue sendiri sering mengabaikan poin ini dan dengan polosnya berpikiran kalau instansi/perusahaan akan menghubungi kita langsung. Plak. Ada sih yang ngubungin gue langsung, tapi rasionya jauh lebih kecil dibanding yang ga ngerespons sama sekali. Jadi ada banyak perusahaan yang minta waktu untuk memberikan kejelasan mengenai proposal kita. Siap-siap pulsa yang banyak aja dan tingkat kesabaran yang tinggi. Heheh. Istilahnya, kita yang minta dibantu, maka dari itu, kita sendiri yang harus aktif menjemput bola.

Good luck!

2 opinions on “Pengalaman Mencari Bantuan Dana Kegiatan Luar Negeri Mahasiswa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge