• Stories,  Ulasan

    Pengalaman Pertama Naik Blablacar di Eropa

    Saya cukup familiar dengan Blablacar di penghujung 2017 lalu, namun tidak pernah punya kesempatan mencobanya. Sampai pada akhir Mei 2019 lalu saya berkesempatan mencoba carpooling/carsharing ini. Sederhananya, kita dapat dengan mudah dan murah mencapai tujuan dengan ikut menumpang di mobil orang lain. Blablacar ini adalah platform yang mempertemukan pemilik mobil (driver) yang akan melakukan perjalanan dengan orang lain yang akan melakukan perjalanan serupa. Ketimbang hanya sendirian di dalam mobil, kenapa tidak mengajak orang lain saja? Driver pun akan mendapatkan uang atas jasanya ini. Cerita perjalanan menuju Ilmenau, Jerman yang lalu cukup membuat saya pusing. Begitu pula ketika hendak keluar dari kota ini. Selain masalah konektivitas, harganya pun cukup tidak ramah…

  • Ulasan

    Biaya Hidup Tinggal di Eropa, Studi Kasus Porto

    Perbedaan mata uang, kondisi ekonomi, dan berbagai faktor lain yang gue sendiri ga tahu, jadi alasan mengapa hidup di luar negeri bagi orang Indonesia kesannya sangat mahal.  ”Wah enak ya tinggal di luar negeri,” pikir gue yang kemudian bayang-bayang tersebut seketika sirna pas tahu kalo semuanya serba mahal di Eropa. Tapi sebenarnya, mahal atau murah itu relatif. Kalo bagi masyarakat Indonesia, jelas banget harus kerja keras untuk bisa ke luar negeri dengan standar gaji di Indonesia. Tarif sekali makan di Zurich misalnya, bisa untuk makan selama satu minggu di Indonesia (Di warteg, hehe). Air botol kemasan aja seharga 3CHF atau 45.000IDR. Bisa dibayangin betapa tingginya biaya hidup di Eropa. Tapi…

  • Stories

    Pengalaman Pertama Menggunakan Uber Surabaya

    Cukup sering gue bahas tentang jenis transportasi kekinian di blog ini setelah kemarin ada Go-Jek, GrabTaxi, sampai sekarang yang lagi nge-trend di Surabaya yakni Uber. Cuman, untuk yang terakhir Uber sebelumnya memang belum setenar sekarang. Karena dulunya Uber hanya tersedia di Kota Jakarta dan sekitarnya saja. Sebenernya nama Uber ini sudah ga asing lagi, terlebih di luar negeri, Uber telah lama berkecimpung di zona transportasi online. Namun baru-baru ini mereka mulai merambah pasar Indonesia. Gue sempet nganggapnya Uber ini sama aja kayak taksi-taksi pada umumnya. Yang membedakan hanyalah system pemesanannya saja. Tapi setelah ditelisik, gue salah bung. Baca Juga: Pengalaman Ngerjain Gojek Uber ini merekrut mereka yang mempunyai mobil pribadi…

  • Fenomena

    Fenomena GO-JEK di Kota Surabaya

    Pesatnya perkembangan teknologi seakan sudah tidak terbendung lagi di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dsb. Banyak orang cenderung lebih memilih hal yang mudah dan cepat ketimbang tetap menggunakan cara konvensional. Baik dalam melakukan aktivitas sehari-hari maupun yang hanya sesekali. Nah, belakang muncul sebuah brand bernama Go-Jek. Dari namanya saja mungkin mayoritas dari kalian sudah pernah tau nama ini. Ia adalah sebuah perusahaan yang menaungi ojek-ojek yang ada. Para tukang ojek tersebut direkrut untuk kemudian didata sebagai tukang ojek, istilahnya, terverifikasi. Hingga timbulah polemik yang mempertemukan tukang ojek pangkalan dan Go-Jek. Sebuah kontroversi yang sepatutnya tidak perlu dibesar-besarkan. Karena jujur saja, baik tukang ojek pangkalan maupun Go-Jek memiliki haknya…