• Stories,  Ulasan

    Review GoMassage Pertama Yang Lebih Dari Sekadar Pijatan

    Kepindahan saya ke Jakarta untuk bekerja membuat ritme aktivitas saya berbeda pula. Dari yang sehabis sidang Tugas Akhir sampai menunggu wisuda hanya uring-uringan dan nyambi melamar pekerjaan, kini sudah memiliki mobilitas rutin. Senin-Jumat dari pukul 8.00-17.00 saya habiskan di kantor. Sehingga waktu setelahnya hanya cukup untuk dibuat tidur tanpa ada aktivitas lain. Terkecuali untuk weekend di Sabtu dan Minggunya. Nah, di akhir pekan ketiga saya di Jakarta ini, tiba-tiba saja terlintas pikiran untuk melakukan sesuatu yang baru yakni pijat refleksi. Hehe. Dulu, ketika masih di Surabaya, kira-kira dua bulan sekali saya rutin ke tempat pijat refleksi. Tapi di sini kok rasanya belum ketemu yang cocok, karena juga masih adaptasi dengan…

  • Fenomena,  Opini,  Stories

    Fenomena Bunuh Diri Kaum Millenials

    Sekitar sepekan yang lalu, saya melakukan polling di Instagram mengenai alasan mereka tetap bertahan hidup. Pertanyaan yang cukup menggelitik nan menarik pikir saya. Baca juga: Alasan Tetap Bertahan Hidup Tanpa Harus Bunuh Diri Bukan tanpa alasan, saya menginisiasi pertanyaan tersebut lantaran banyaknya kasus bunuh diri di Indonesia. Dalam satu bulan, tak kurang dari empat kasus bunuh diri terjadi. Belum termasuk kasus-kasus yang tidak di-blow up media. Beberapa kasus di antaranya, adik kandung Wakil Gubernur Jatim terpilih Emil Dardak, mahasiswa ITB, yang diduga kuat bunuh diri di kamar indekosnya. Dua mahasiswa semester akhir UNPAD juga ditemukan meninggal bunuh diri. Hingga, seorang mahasiswa ITS tahun kedua yang ditemukan meninggal gantung diri di…

  • Stories

    My Life in a Nutshell

    2001 Tujuh belas tahun yang lalu, sekelilingku semuanya asing. Wajar saja, sebab teman-temanku sudah tidak lagi di sini. Hanya ada aku dan beberapa anak lainnya yang jumlahnya bisa dihitung dengan satu. Aku malu tapi aku tidak berbuat apa-apa. Keputusan wali kelas untuk tidak menaikkanku ke kelas dua sepertinya sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Aku termasuk satu dari beberapa anak yang kesulitan belajar, termasuk membaca dan berhitung yang menjadi syarat naik kelas. Penggaris panjang kayu yang menggantung di samping papan tulis kapur rasanya sudah tidak asing lagi dengan tanganku. Tapi tetap saja, tidak ada perubahan berarti. Yang ada hanya tanganku dan kupingku yang berubah merah karena berkali-kali tidak memenuhi ekspektasi…

  • Opini,  Stories

    Kehidupan Jalanan Kota Surabaya

    Kamis (4/10), aku kembali menjajal bus kota Surabaya setelah terakhir kali awal tahun 2017 (kalau tidak salah). Tidak ada perubahan berarti, kernet bus masih saling berebut penumpang, para porter yang masih saja memaksa, dan calo-calo ‘tak kasat mata’ yang silih berganti menghampiri penumpang yang baru turun. Di dalam bus, kursinya sobek-sobek, AC mati, ngetemnya super lama dan tidak lupa hiburan ala pengamen jalanan dengan suara merdunya turut mengiringi waktu tunggu. Walau aslinya sedikit menghibur, hawa panas di dalam bus seolah tak mengizinkan penumpang untuk menikmati musiknya. Kaca jendela yang dibiarkan terbuka pun jadi tak ada artinya, lah tidak ada anginnya. Penjaja asongan pun masih dengan bebasnya berkeliaran. Para pencari nafkah…

  • Stories

    Dilema Menjadi Indonesia Seutuhnya

    “Aku paham,” ucapnya singkat sembari mengembangkan sedikit senyum kepadaku yang sedari tadi dilanda kebingungan. Banyak hal yang ingin kuutarakan, namun ada banyak hal pula yang menghalangiku untuk berkata demikian. “Aku meninggalkan keluargaku, teman-temanku, negaraku, bukan karena aku tidak sayang mereka, tapi sebagai bekalku menjadi prbadi yang lebih tangguh lagi,” jelasnya yang kubalas dengan anggukan kecil tanda setuju. Karena memang tidak ada yang perlu diragukan lagi tentang validitas jawabannya. Ia adalah anak dari keluarga (setidaknya) berkecukupan, pintar, dan lahir dari sebuah negara yang terkenal aman dan damai. Tidak ada huru-hara yang berarti, itu artinya tidak ada yang perlu ditakutkan untuk melanjutkan hidupnya di negara tempat ia belajar merangkak itu. “Semuanya baik-baik…